khutbah jumat tentang pemuda akhir zaman
BACAJUGA: 5 Rukun Khutbah Jumat Sesuai Sunnah Nabi SAW Lengkap dengan Penjelasannya. إذا قلت لصاحبك يوم الجمعة أنصت والإمام يخطب فقد لغوت. Artinya: “Jika engkau berkata kepada temanmu pada hari jum’at, ‘diam dan perhatikanlah’, sedangkan imam sedang berkhutbah, maka engkau telah berbuat sia
belakanganini kita semua mengetahui bahwa tanda- tanda kecil akhir zaman sudah banyak yg sering kita jumpai ialah dengan terjadi nya
4Materi Khutbah Jumat Paling Bagus Akhir Bulan Dzulqa’dah Daftar Khutbah Jumat PDF Lengkap Selama Bulan Ramadhan 2022, Mulai Minggu Pertama Hingga Keempat 4
ContohTeks Khutbah Jumat: Tema Menjunjung Tinggi Kemerdekaan, Membangun Jiwa Kepahlawanan. Siamk sampai selesai ya! perang yang terjadi pada masa Rasulullah SAW. Satu tahun setelah kemenangan yang diperoleh oleh kafir Quraisy dalam perang Uhud, mereka dan sekutu-sekutunya merencanakan peperangan ke Madinah sehingga pecahlah kedua
BacaJuga: Sambut Bulan Ramadhan, Komunitas Pemuda Sedulur Pati Siapkan Santunan 1500 Anak Yatim. Untuk itulah, aib seseorang harus ditutup rapat-rapat dan tak boleh disebarkan. Pada momen Bulan Sya'ban ini, juga tidak ada salahnya jika menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak mengumbar aib seseorang melalui Khutbah Jumat.
Freie Presse Chemnitz Anzeigen Er Sucht Sie. Khutbah Jumat Akhir Tahun 2020 ini mengambil tema Bekal Ruhiyah Menghadapi Pandemi dan Resesi. Bersumber dari Surat Asy Syura ayat 19 dan 20. Mengapa mengambil tema tersebut? Karena akhir tahun ini kita masih berada dalam kondisi pandemi. Sudah begitu, ekonomi kita juga mengalami resesi. Sedangkan untuk tema muhasabah, sudah tersedia di Khutbah Jumat Rabiul Akhir yang bertemakan Muhasabah Berujung Jannah. Khutbah Pertama dari Khutbah Jumat Akhir TahunKeyakinan Soal RezekiMengejar AkhiratKhutbah Kedua Khutbah Jumat Akhir Tahun Khutbah Pertama dari Khutbah Jumat Akhir Tahun إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا . مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ . وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا Jamaah Jum’at hafizhakumullah,Saat ini kita sudah berada di bulan terakhir tahun 2020. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini seakan hening dengan adanya pandemi virus corona. Mulai awal tahun hingga kini kita di penghujungnya, masa yang kita hadapi masih masa pandemi. Pandemi yang berkepanjangan, membawa banyak dampak termasuk di bidang ekonomi. Sehingga saat ini kita berada pada dua kondisi pandemi dan resesi. Tidak sedikit orang yang mengalami kekhawatiran bahkan depresi menghadapi pandemi dan resesi. Bahkan kita dapatkan dalam berita, ada yang sampai bunuh diri. Na’udzu billah min dzalik. Berbeda dengan mereka, orang-orang yang beriman, insya Allah akan terhindar dari depresi. Sebab ia memiliki keimanan dan berada dalam bimbingan Al Qur’an. Al Qur’an memberikan pedoman terbaik dalam menghadapi segala situasi. Termasuk saat pandemi dan resesi semacam ini. Di antaranya pedoman itu, ada pada Surat Asy Syura ayat 19-20. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ . مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآَخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia Mahakuat, Mahaperkasa. Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya keuntungan dunia, tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat. QS. Asy Syura 19-20 Keyakinan Soal Rezeki Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,Allah mengingatkan kepada kita semua, bahwa Dialah Al Lathif. Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan, “Allah berlaku lembut dan halus kepada seluruh hamba-Nya, baik yang shalih maupun yang durhaka. Mengaruniai mereka rezeki dan tidak membinasakan mereka atas berbagai kemaksiatan yang diperbuat.” Dengan kemahalembutan-Nya, tak ada satu pun yang luput dari anugerah-Nya. Semua orang Dia anugerahi rezeki. Semua makhluk Dia beri rezeki. Bahkan yang kafir dan durhaka sekali pun. Maka jangan pernah khawatir dengan rezeki. Jangan pernah depresi menghadapi resesi. Sebab Allah menjadim rezeki tiap hamba-Nya. Tidaklah seorang hamba hidup, melainkan rezeki dari Allah akan terus turun kepadanya. Hingga saat ajalnya tiba, saat itu sempurnalah seluruh rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam menjelaskan ayat 19 dari Surat Asy Syura ini, Ibnu Katsir menghubungkan dengan firman Allah dalam Surat Hud ayat 6 وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya… QS. Hud 6 Maka sekali lagi, jangan pernah takut tidak bisa makan. Jangan pula karena kekhawatiran itu lalu mengambil jalan haram. Ingatlah, Allah telah menjamin rezeki hamba-Nya. Yang kita lakukan tinggal berikhtiar menjemputnya. وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ ..dan Dia Mahakuat, Mahaperkasa. QS. Asy Syura 19 Dialah Yang Maha Kuat sehingga anugerah-Nya tidak terbatas. Anugerah-Nya bukan karena Dia lemah hingga ingin mengambil hati yang diberi. Dialah Yang Maha Perkasa. Tidak ada yang bisa menghalangi kehendak-Nya. Termasuk saat Dia memberikan rezeki kepada hamba-Nya. Mengejar Akhirat Setelah kita yakin dan tenang soal rezeki, hendaklah dalam kondisi pandemi dan resesi semacam ini, kita semakin teguh beribadah kepada-Nya. Mengikhlaskan setiap amal, hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang kita tuju dan kita harap ridha-Nya. مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآَخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya keuntungan dunia, tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat. QS. Asy Syura 19-20 Ayat ini menjadi pemandu kita. Setiap saat, setiap kondisi, terlebih di saat seperti ini, kita harus terus memperbarui niat. Tajdiidun niyyah. Agar senantiasa ikhlas, senantiasa menginginkan akhirat dalam amal dan perbuatan kita. Jika niat kita mencari akhirat, bukan saja akan dibalas, tetapi Allah menggunakan istilah nazid lahu fii hartsih. Kami tambahkan keuntungan itu baginya. Di dunia kita mendapat keberkahan. Dan pahala di akhirat akan dilipat gandakan. Sungguh betapa Allah Maha Pemurah dan Penyayang, kebaikan yang dilakukan seorang hamba tidak dibalas dengan satu kebaikan melainkan 10 kali lipat. Bahkan 700 kali lipat seperti keutamaan sedekah. Bahkan ilaa maasya Allah, hingga batas yang dikehendaki Allah. Namun betapa ruginya jika dalam kondisi seperti ini, di mana banyak kematian tiba-tiba, banyak yang meninggal setelah positif corona, lalu kita beramal hanya untuk tujuan dunia. Mungkin kita akan mendapatkan sedikit keuntungan dunia. Wa maa lahu fil aakhirati min nashiib. Tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat. Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini. “Siapa beramal untuk akhirat, Kami menguatkannya untuk melakukan apa yang menjadi tujuan niatnya, maka Kami akan mengembangkan keuntungannya dan membalasnya dengan pahala satu kebaikan berbalas 10-700 kali lipat. Ila masya Allah. Namun siapa yang tujuan amalnya hanya semata-mata mencari keuntungan duniawi, maka Allah haramkan baginya keuntungan di negeri akhirat.” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللَّهُ بِهِ ، وَمَنْ يُرَائِى يُرَائِى اللَّهُ بِهِ Barangsiapa yang berlaku sum’ah, maka diperlakukan sum’ah oleh Allah diumumkan aib-aibnya di akhirat. Siapa yang berlaku riya’, maka akan dibalas Allah dengan riya’ diperlihatkan pahala amalnya tapi tidak diberi pahala. HR. Bukhari أَقُوْلُ قَوْلِ هَذَا وَاسْتَغْفِرُوْاللَّهَ الْعَظِيْمِ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ . أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,Di akhirat nanti Allah mendatangkan tiga orang yang amalnya tampak luar biasa. Seorang yang berperang hingga gugur. Seorang hartawan yang banyak berinfak. Dan seorang ahli ilmu yang banyak berdakwah. Namun, ketiganya diseret ke neraka. Bahkan menjadi orang-orang pertama yang masuk neraka. Sebabnya, mereka beramal tidak ikhlas karena Allah melainkan ingin mendapatkan pujian manusia. Sang pejuang ingin disebut pemberani. Sang hartawan ingin disebut dermawan. Sang dai ingin disebut alim. Wa maa lahu fil aakhirati min nashiib. Tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat. Semoga Allah menjaga amal-amal kita dari niat yang tidak ikhlas. Semoga Allah memudahkan kita senantiasa mengikhlaskan ibadah hanya kepada-Nya. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ . رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ . رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
Khutbah Jumat tentang “Kekuatan Seorang Pemuda Muslim” ini kami catat dari khutbah Ustadz Dr. Iqbal Gunawan, Hafizhahullahu Ta’ala. Khutbah Jumat Pertama Kekuatan Seorang Pemuda MuslimKhutbah Jumat Kedua Kekuatan Seorang Pemuda MuslimVideo Khutbah Jumat Kekuatan Seorang Pemuda Muslim Kaum muslimin sekalian, Sesungguhnya para pemuda adalah sendi umat ini. Mereka adalah generasi yang akan datang, merekalah yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Maka agama Islam sangat memperhatikan para pemuda. Agama Islam memberikan perhatian yang besar untuk para pemuda. Karena masa muda adalah masa yang paling berharga, masa keemasan, yang apabila masa ini telah berlalu tentu tidak akan kembali lagi. Olehnya itu para pemuda harus senantiasa berjihad terus-menerus melawan syaithon, melawan hawa nafsunya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ “Manfaatkanlah lima perkara, sebelum datang lima perkara setelahnya”, dan di antaranya وَشَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ “Masa mudamu sebelum datang masa tuamu”, juga Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ “Ada tujuh orang yang akan diberi naungan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari yang tidak ada naungan pada hari itu” وَذَكَرَهُ مِنْهُم dan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menyebutkan, salah satu di antara tujuh orang tersebut adalah شَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ “Pemuda yang tumbuh di atas ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla” Maka kaum muslimin sekalian, يـــا شباب الإسلام.. Wahai para pemuda Islam, merupakan nikmat yang sangat besar dan karunia yang sangat agung, kalian semua berada di tempat yang mana di sini kita menuntut ilmu agama, beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka syukurilah nikmat ini, jagalah nikmat ini, karena nikmat ini akan ditanya akan dipertanggungjawabkan di hari kiamat nanti. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعِ “Tidak akan bergerak dua kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti, sampainya ditanya tentang empat perkara, عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ “Tentang umurnya untuk apa dihabiskan” وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ “Tentang masa mudanya untuk apa ia kerahkan” وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ “dan tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan ke mana ia belanjakan” وَعَنْ عَلِمهِ مَاذَا عَمِلَ فِيهِ “dan tentang ilmunya apa yang ia lakukan dengannya” HR. Tirmidzi Maka kaum muslimin sekalian, kebaikan umat adalah jika para pemudanya baik. Maka dari itu para pemuda harus mencontoh pemuda-pemuda di zaman Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, yang mereka adalah pemuda-pemuda yang shaleh, yang menghabiskan waktunya dan memanfaatkannya untuk kebaikan dunia dan akhirat. Maka wahai para pemuda sekalian, hendaklah kalian berhati-hati dari perangkap-perangkap syaithon, dari godaan-godaan syaithon. Allah Ta’ala berfirman يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ … “Wahai orang-orang yang beriman berhati-hatilah kalian…” QS. An-Nisa[4] 71 Karena para pemuda harus menjadi orang yang cerdas, pemuda yang tidak mudah diombang-ambingkan, pemuda yang mempunyai prinsip yang kokoh. Dan musuh-musuh Islam sangat mengetahui perkara ini. Mereka dengan segala cara berusaha untuk menyesatkan para pemuda. Maka kewajiban para pemuda adalah jangan sampai memberikan kesempatan kepada musuh-musuh Islam untuk merusak pemikiran mereka, merusak aqidah mereka. Jangan sampai para pemuda memberikan kesempatan kepada musuh-musuh Islam untuk merusak aqidah, manhaj para pemuda. Hendaklah kalian mencontoh Pemuda Ashabul Kahfi yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firmanNya إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى “Mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan petunjuk untuk mereka.” QS. Al Kahfi[18] 13 وَرَبَطْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ “dan kami kuatkan hati mereka dengan keimanan.” QS. Al Kahfi[18] 14 Karena kekuatan pemuda adalah jika mereka beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan tentu pemuda di zaman ini dikelilingi oleh banyak sekali godaan, banyak sekali fitnah, sehingga para pemuda harus memperkuat iman mereka, para pemuda harus bersemangat untuk menuntut ilmu, para pemuda harus selalu dekat dengan para Ulama, para asatidzah, ahli ilmu. Para pemuda harus rajin bertanya kepada mereka dan mengambil pesan-pesan dan nasihat para Ulama. Ma’asyiral Muslimin, Dan kita yang berada di Ma’had ini, juga perlu mengingatkan kepada para guru, kepada para asatidzah, para pembina, para musyrif, untuk menyadari besarnya tanggung jawab, mendidik generasi kaum muslimin. Jangan sampai kita memberikan kepada mereka contoh-contoh yang salah, ajaran-ajaran yang tidak benar, sehingga sebelum kita menyampaikan sesuatu kepada mereka, hendaklah kita memperhatikan apakah yang kita sampaikan adalah kebenaran. Dan syaithon adalah musuh yang nyata bagi manusia. Syaithon selalu berusaha untuk menyesatkan manusia, terutama para pemuda. Syaithon baik dari kalangan jin dan manusia berusaha sekuat tenaga untuk merusak para pemuda. Dan tentu tidak ada solusi, tidak ada jalan keluar, kecuali dengan memperkuat iman kita, memperkuat ilmu kita ilmu syar’i ilmu yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Khutbah Jumat Kedua Kekuatan Seorang Pemuda Muslim Bertakwalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal di dunia dan di akhirat. Masa muda adalah masa kekuatan, maka seorang pemuda disamping ia mempunyai kekuatan, ia juga harus mempunyai rasa rahmat, rasa kasih sayang, lembut kepada sesama muslim. Allah Ta’ala berfirman فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ “Karena dengan rahmat dari Allah engkau lembut kepada mereka, seandainya engkau kasar/keras mereka akan lari darimu” QS. Ali Imran[3] 159 Maka hendaklah para pemuda selalu menghiasi dirinya dengan akhlak yang baik. Hendaklah para pemuda berusaha untuk memiliki budi pekerti yang indah. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda إنَّ مِن خِيَارِكُمْ أحْسَنَكُمْ أخْلَاقًا “Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” Muttafaqun Alaih Juga Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda مَا مِنْ شَيْءٌ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ “Tidak ada yang lebih berat timbangannya pada hari kiamat nanti melebihi akhlak yang baik.” HR. Abu Dawud, Tirmidzi Juga Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ “Sesungguhnya seorang mukmin bisa mencapai dengan akhlaknya yang baik derajat orang yang rajin berpuasa dan shalat.” HR. Ahmad dan Abu Dawud Dan manusia yang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ “Sesungguhnya manusia terbaik manusia yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya.” HR. Ath Thabrani. Maka jangan sampai kita menyakiti teman kita, menyakiti tetangga kita, apalagi menyakiti guru kita, orang tua kita, karena Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda المسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ “Muslim sejati adalah yang muslim lainnya selamat dari tangan dan lisannya.” HR. Bukhari dan Muslim Juga di antara hadits yang mencakup makna yang luas adalah sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ “Tidak sempurna keimanan seseorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” HR. Bukhari Video Khutbah Jumat Kekuatan Seorang Pemuda Muslim Sumber Video Ponpes Imam Bukhari Mari turut menyebarkan Khutbah Jumat Tentang Kekuatan Seorang Pemuda Muslim di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum..
khutbah jumat tentang pemuda akhir zaman