kisah bergurunya nabi musa alaihissalam disebutkan dalam alquran surah
Salahsatunya adalah kisah Nabi Musa dan Khidir yang ditorehkan dalam Surah Al Kahfi, sebagaimana kisah-kisah sebelumnya sebagai pedoman bagi umat Muslim dalam surah tersebut. Baca : Menyibak Keajaiban Allah SWT Bekerja, dalam Surah Al Kahfi Pertemuan Nabi Musa 'alaihissalam (AS) dan Nabi Khidir AS adalah kisah luar biasa yang sarat hikmah.
Bismillahwas shalatu was salamu 'ala rasulillah, amma ba'du, Diantara nabi yang namanya sering disebut dalam Alquran adalah Nabi Musa 'alaihis sahalatu was salam. Beliau nabi yang perjalanan sejarahnya paling sering dikisahkan dalam Alquran setelah nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagian ulama menghitung, nama beliau disebutkan sebanyak 136 kali dalam Alquran.
REPUBLIKACO.ID, JAKARTA -- Menyebut nama Sungai Nil, sebagian besar umat Islam akan teringat dengan kisah Nabi Musa AS. Sebagaimana dikisahkan, sewaktu masih bayi, ibunda Nabi Musa diperintahkan oleh Allah SWT untuk menghanyutkan bayinya (Musa) dalam sebuah peti ke Sungai Nil. Kisah ini diabadikan oleh Allah SWT dalam Alquran surah Thaaha [20
SejarahNabi Musa Menerima Kitab Taurat. Konon, dalam kisah disebutkan kalau Nabi Musa as kembali mendaki Bukit Thursina untuk mendapatkan kitab Taurat. Sebelum menerima kitab tersebut, ia diperintahkan oleh Allah Taala untuk berpuasa selama 30 hari atau digenapkan selama 40 hari seperti yang tercantum dalam Surah Al A'raf ayat 142 di atas.
Dalamal-Quran, perjalanan beliau paling banyak disebutkan oleh Allah, setelah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagian yang menghitung, nama beliau disebutkan sebanyak 136 kali dalam al-Quran. Kisah Musa Allah sebutkan secara terperinci ada di 4 surat: al-Baqarah, al-A'raf, Thaha, dan al-Qashas.
Freie Presse Chemnitz Anzeigen Er Sucht Sie. Tongkat Nabi Musa 'alaihissalam Nabi Musa alaihissalam adalah tokoh yang paling banyak disebut di dalam Al-Quranul Karim dibandingkan lainnya. Kisah Nabi Musa alaihissalam pun hampir terdapat di setiap surah Al-Quran, terlebih lagi di surah-surah yang ayatnya panjang dan banyak. Siapa yang tidak mengenal sosok Musa alaihissalam? Beliau merupakan tokoh utama menurut agama Yahudi sekaligus diimani 3 agama Samawi Yahudi, Nasrani dan Islam. Ketiga agama Samawi sepakat bahwa Nabi Musa alaihissalam saat kecilnya diasuh oleh Fir’aun, lalu saat besarnya dia melawan Fir’aun yang saat itu berbuat zalim sampai-sampai menganggap dirinya tuhan. Musa berkata "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya Itulah Tuhanmu jika kamu mempergunakan akal." Fir'aun berkata "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan." Asy-Syu’araa’ 28-29 Kesombongannya, ketamakannya, kekejamannya membuat banyak orang takut terhadap Fir’aun, akan tetapi Nabi Musa alaihissalam bersama saudaranya Nabi Harun alaihissalam mendapat tugas dari Allah untuk mendakwahi Fir’aun agar kembali ke jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah di dalam Taurat. Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku; Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; Thaahaa 42-43 Untuk membuktikan kerasulan Nabi Musa alaihissalam, Allah Azza Wa Jalla mengaruniakannya 9 buah mukjizat, dan salah satunya adalah tongkat beliau. Pada tulisan ini akan dibahas sedikit mengenai tongkat Nabi Musa alaihissalam di dalam Al-Quranul Karim. Beberapa fungsi tongkat Nabi Musa alaihissalam Berkata Musa "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul daun dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya." Thaahaa 18 Salah satu fungsi tongkat Nabi Musa alaihissalam adalah digunakan untuk berbagai keperluan, salah satunya adalah untuk memukul daun untuk memberi makan kambing beliau alaihissalam. Tongkat Nabi Musa alaihissalam berubah menjadi ular Saat Fir’aun berhadapan dengan Nabi Musa alaihissalam, Fir’aun pun menantang Nabi Musa alaihissalam untuk membuktikan kebenaran ajaran yang beliau bawa. Fir'aun berkata "Datangkanlah sesuatu keterangan yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar." Asy-Syu’araa’ 31 Maka Allah mewahyukan kepada Nabi Musa alaihissalam untuk menjatuhkan tongkatnya Dan Kami wahyukan kepada Musa "Lemparkanlah tongkatmu!." Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Al-A’raaf 118 Lalu Nabi Musa alaihissalam pun menjatuhkan tongkat beliau yang berada di tangannya. Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu menjadi ular yang nyata. Asy-Syu’araa’ 32 Di ayat lain, Maka Musa menjatuhkan tongkat-nya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya. Al-A’raaf 107 Tongkat Nabi Musa alaihissalam pun memakan semua tongkat para penyihir Fir’aun yang disihir seolah-olah tampak seperti ular, Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu Asy-Syu’araa’ 45 Maka para tukang sihir Fir’aun pun takjub dan langsung bersujud seraya berserah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud kepada Allah, mereka berkata "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, yaitu Tuhan Musa dan Harun." Asy-Syu’araa’ 46-48 Tongkat Nabi Musa alaihissalam membelah lautan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan Nabi Musa alaihissalam untuk pergi bersama orang-orang yang beriman bersamanya pada malam hari. Dan Kami wahyukan perintahkan kepada Musa "Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku Bani Israil, karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli." Asy-Syu’araa’ 52 Fir’aun yang mengetahui hal tersebut pun berusaha mengejar Nabi Musa alaihissalam bersama umatnya, sampai-sampai umat Nabi Musa alaihissalam berkata bahwa Fir’aun akan menyusuli mereka. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul." Asy-Syu’araa’ 61 Tapi Nabi Musa alaihissalam percaya janji Allah adalah benar bahwa Allah akan senantiasa bersamanya, dan dengan kebulatan tekat Nabi Musa alaihissalam meyakinkan umatnya, Musa menjawab "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku." Asy-Syu’araa’ 62 Lalu Allah pun mewahyukan kepada Nabi Musa alaihissalam untuk memukul lautan dengan tongkatnya, sehingga dengan izin Allah lautan tersebut terbelah begitu besar. Lalu Kami wahyukan kepada Musa "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. Asy-Syu’araa’ 63 Maka Nabi Musa alaihissalam bersama umatnya pun melintasi lautan tersebut dengan keselamatan yang diberikan Allah Ta’ala. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Asy-Syu’araa’ 65 Ketika Nabi Musa alaihissalam dan umatnya sudah melewati lautan itu, maka Allah sengaja membiarkan lautan tersebut tetap terbelah lalu ketika Fir’aun dan bala tentaranya sudah tiba di lautan tersebut, maka Allah pun menutup lautan itu kembali dan alhasil Fir’aun dan bala tentaranya pun ditenggelamkan Allah Ta’ala. dan biarkanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan." Ad-Dukhaan 24 Pada saat itu barulah Fir’aun meyakini bahwa ajaran Nabi Musa alaihissalam adalah benar dan meyakini bahwa Tuhan yang berhak disembah adalah Allah Azza Wa Jalla Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas mereka; hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri kepada Allah." Yunus 90 Akan tetapi Allah tidak menerima taubatnya, Apakah sekarang baru kamu percaya, padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Yunus 91 Dan Allah menjadikan tubuhnya tetap utuh sampai saat ini agar menjadi pelajaran bagi orang-orang sesudahnya. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. Yunus 92 Dan jasad Fir’aun saat ini dapat kita lihat di museum Mesir. Ini adalah salah satu tanda kebenaran Al-Quran dan tidak ada keraguan kepadanya. Itulah penjelasan singkat beberapa hal mengenai tongkat Nabi Musa alaihissalam. Sudah seharusnya kita mengambil banyak hikmah dan pelajaran dari kisah Nabi Musa alaihissalam di dalam Al-Quran, salah satunya adalah bahwa orang yang berada di jalan Allah akan menang dan akan diselamatkan Allah dengan cara Allah, sedangkan orang yang ingar akan kalah dan Allah menyediakan azab baginya. Semoga bermanfaat.
loading...Nama Nabi Musa disebut sebanyak 136 kali dalam Al-Quran Al-Kariim. Foto ilustrasi/ist Nabi Musa 'alaihissalam adalah satu di antara lima Rasul yang mendapat gelar Ulul 'Azmi, golongan Rasul pilihan karena mempunyai ketabahan luar biasa. Selain Musa, empat Nabi lainnya yaitu Nabi Nuh, Ibrahim, Isa dan Muhammad shallallahu 'alaihi Musa Mose, Musse, Moses adalah Nabi yang diutus untuk Bani Israel dan Fir'aun gelar raja Mesir. Beliau menerima Kitab Taurat dari Allah dan dijuluki Kalimullah كليم الله yang artinya orang yang diajak bicara oleh Al-Qur'an, nama Nabi Musa disebut sebanyak 136 kali. Beliau lahir saat terjadi penindasan Firaun terhadap Bani Israel. Nasab beliau tersambung sampai kepada Nabi Ibrahim yaitu Musa bin Imran bin Fahis bin 'Azir bin Lawi bin Ya'qub bin Ishaq bin kumpulan doa Nabi Musa yang diabadikan dalam Al-Qur'an. Doa ini dapat diamalkan umat Doa Berlindung dari Kejahilanأَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْجَٰهِلِينَA'udzu billaahi an Akuuna Minal-JaahiliinArtinya "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil". QS Al-Baqarah Ayat 67Dikisahkan, ketika Nabi Musa berkata kepada kaumnya Bani Israil "Sesungguhnya Allah telah memerintah kalian untuk menyembelih sapi betina." Perintah ini untuk menyingkap pelaku yang membunuh salah seorang dari mereka. Musa meminta mereka untuk menyembelih sapi betina mana saja, namun mereka memberatkan diri dan mengingkari Musa dengan penuh kesombongan dan berkata "Hai Musa, Apakah kamu ingin mengolok-olok kami?" Maka Musa menjawab dengan doa di atas. 2. Doa Memohon Ampunan dari Kesalahanَبِّ اِنِّىۡ ظَلَمۡتُ نَفۡسِىۡ فَاغۡفِرۡ لِىۡ فَغَفَرَ لَهٗؕ اِنَّهٗ هُوَ الۡغَفُوۡرُ الرَّحِيۡمُRabbi innii zholamtu nafsii faghfir lii faghafaralah; innahuu Huwal Ghafuurur "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku." Maka Dia Allah mengampuninya. Sungguh, Allah, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." QS Al-Qasas Ayat 16Doa ini merupakan munajat Nabi Musa memohon ampunan Allah karena telah membunuh orang lain. Dikisahkan, ketika Musa masuk ke sebuah kota Memphis dimana penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; seorang dari golongannya Bani Israel dan seorang lagi dari musuhnya kaum Firaun. Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya. Lalu Nabi Musa meninjunya dan orang itu mati. Kemudian Nabi Musa mengangkata tangan seraya berdoa dengan doa di atas. 3. Doa Taubat dari Kesalahanرَبِّ بِمَاۤ اَنۡعَمۡتَ عَلَىَّ فَلَنۡ اَكُوۡنَ ظَهِيۡرًا لِّلۡمُجۡرِمِيۡنَRabbi bimaaa an'amta 'alaiyya falan akuuna zhahiiral "Ya Tuhanku! Demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, maka aku tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa." QS Al-Qashas Ayat 17Dikisahkan, saat Nabi Musa menyadari kesalahannya membunuh jiwa yang tidak berhak dibunuh, beliau memohon ampun kepada Tuhan dengan doa di atas. Maka Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang mengampuni kesalahan Nabi Musa. Dengan pengampunan itu, hati Nabi Musa menjadi tenteram dan bebas dari Doa Berlindung dari Orang-orang Zalimرَبِّ نَجِّنِىۡ مِنَ الۡقَوۡمِ الظّٰلِمِيۡنَRabbi najjinii minal qawmizh zhaalimiinArtinya "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu." QS. Al-Qashas Ayat 21Menurut riwayat, setelah Nabi Musa membunuh kaum Fir'aun tersebut, beliau mendapat kabar bahwa pembesar negeri Mesir Fir'aun memerintahkan kepada tentaranya supaya mengejarnya sampai ke jalan-jalan kecil. Nabi Musa pun keluar dari kota itu dengan perasaan waswas, maka beliau berdoa kepada Allah dengan doa di atas.
JAKARTA - Kisah nabi Musa dan nabi Harun berulang kali diceritakan dalam Alquran. Misalnya tentang komunikasi antara nabi Musa dan nabi Harun dengan Fir'aun, bagaimana kedua nabi ini berdialog dengan bani Israil dan lainnya. Pakar tafsir Alquran yang juga dosen Quranic Studies UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ustaz Syahrullah Iskandar menjelaskan kurang lebih ada 20 surat yang membahas kisah dua nabi itu. Di antara surat yang membahas secara rinci semisal dalam surat Al Baqarah, Al A'raf, As Syu'ara dan Al Qashas. Secara Nasab, nabi Musa bersambung ke nabi Ibrahim. Yakni Musa bin Imran bin Yashur bin Mahits bin Lawiy bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim. Ia lahir pada abad ke-13 atau Sebelum Masehi SM. Nabi Musa lahir di Mesir yang kala itu dikuasai dinasti Fir'aun. Ada dua Firaun yang terkait dalam kisah nabi Musa dan nabi Harun yaitu adalah Ramses II dan Merneptah yang juga anak Ramses II. Nabi Musa tersebut di dalam Alquran lebih dari seratus kali. Kesabaran nabi Musa dalam menerima ujian Allah baik dalam menghadapi kaumnya maupun tantangan menghadapi Firaun menunjukkan keistimewaannya. Ustaz Syahrullah menjelaskan wafatnya nabi Musa itu pada masa di mana Allah menguji bani Israil di gunung Sina. Allah menyeru pada nabi Musa untuk lebih dekat pada Baitul Muqadash, dan nabi Musa juga memohon pada Allah agar di akhir hidupnya berada di Baitul Muqadash, Allah pun mengijabahnya. Keterangan ini pun dapat ditemukan dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah yang ada dalam kitab sahih Bukhari dan Muslim. Sementara nabi Harun adalah saudara nabi Musa se-Ibu. Meski ada yang berpendapat bahwa nabi Harun adalah saudara se-Ayah dan se-Ibu. Usia nabi Harun usianya sekitar tiga tahun lebih tua dari nabi Musa. Nabi Musa bermunajat kepada Allah agar saudaranya Harun dijadikan seorang nabi. Meskipun Allah telah mempersiapkan nabi Harun sebagai seorang nabi. Nabi Harun lebih dulu wafat dari nabi Musa. Dalam ayat 4 surat Al Qashas menjelaskan tentang karakteristik perbuatan Firaun. Bahwa Firaun itu melakukan sesuatu perbuatan yang buruk. Yaitu merasa dirinya menjadi penguasa mutlak. Dalam surat An naziat ayat 24 فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى Seraya berkata "Akulah tuhanmu yang paling tinggi Menurut ustaz Syahrullah ayat ini kata rabbukum yang dimaksud Firaun bukanlah Tuhan pencipta, atau Tuhan yang harus disembah. Tetapi Tuhan yang berarti dia Firaun penguasa, dia yang mengatur kehidupan rakyatnya, dia harus dipatuhi. "Karena tidak ada riwayat dalam sejarah pun yang menceritakan bahwa Firaun itu menyuruh dirinya disembah. Firaun pun tidak menyatakan dirinya harus disembah. Dia cuma menyatakan dirinya ini penguasa, dia Firaun menyatakan dirinya bahwa dia harus dilaksanakan apa maunya, dan dia yang mengatur dan menentukan nasib rakyatnya karena dia penguasa. Jadi Firaun bersifat sombong di sini menganggap dirinya penguasa mutlak sehingga tidak menerima kritikan dan masukan apapun, apa yang diinginkan itulah yang terjadi," kata ustaz Syahrullah dalam kajian virtual yang diselenggarakan Nasaruddin Umar Office pada Sabtu 27/3 malam. Sebagaimana sosok Ramses II yang bermimpi melihat api dari baitul maqdish dan membakar segala kekuasaannya yang kemudian ditakwilkan orang kepercayaannya bahwa akan ada bayi laki-laki yang datangnya dari Baitul Maqdis yang setelah besar akan menghancurkan kekuasaan Firaun. Atas dasar inilah Ia memerintahkan pasukannya untuk membunuh setiap bayi laki-laki di wilayah kekuasaannya. Firaun kemudian menjadikan rakyatanya terpecah belah. Karena memaksakan kehendaknya pada rakyatnya. Yang tidak mengikuti kehendaknya maka mendapatkan hukuman darinya. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
kisah bergurunya nabi musa alaihissalam disebutkan dalam alquran surah